Berita

Berita

Apakah Pertanian Bagi Generasi Pelajar SMA Sudah Tamat Riwayatnya ?

Apakah Pertanian Bagi Generasi Pelajar SMA Sudah Tamat  Riwayatnya?
Oleh :
Nurlian

Kondisi pertanian di masa pandemi COVID- 19, cukup memprihatikan jika dilihat dari berbagai aspek (hulu, hilir, onfarm) sangatlah ironis. Produktifitas baik input maupun output dalam hal kualitas terus mengalami gejala yang stagnanisasi serta peningkatan yang kurang berarti (leveling off). Tanda –tanda seperti ini menyatakan bahwa selama ini institusi terkait lebih mendorong sektor pertanian dalalm arti luas menjadi sektor umggulan (leading sector). Kondisi tersebut mungkin berkaitan pandangan pada sektor pertanian yang rendah, sehingga saat ini trend yang berkembang di masyarakat hanya mendapatkan dan bekerja di sektor non-pertanian yang cenderung lebih menguntungkan, resiko kecil dan lebih terlihat modern. Dengan pertimbangan itu, semestinya fenomena ini menjadi komitmen semua pihak baik pemerintah pusat maupun daerah untuk mendorong generasi tani terjun ke sektor pertanian, hal tersebut jika tidak diatasi Indonesia akan dilanda krisis regenerasi petani muda. Selama ini usia rerata petani dalam melaksanakan kegiatan pertanian di dominasi orang tua  dengan kisaran umur rata-rata 50-80 tahun, hal demikian akan mengalami penurunan hasil usaha pertanian di Indonesia. (Sumber BPS. 2015).
Jika menilik pemahaman bahwa pertanian merupakan aspek fundamental dari sumber kehidupan bangsa dan manusia, maka telah menjadi tanggung jawab pemerintah kementrian pertanian untuk terus meningkatkan kualitas layanan pertanian kepada generasi tani. Untuk itu perlu terobosan-terobosan pengembangan pertanian dengan pendidikan dan pelatihan pertanian serta dengan adanya berbagai bantuan pemerintah akibat deregulasi mendongrak tajam, dan investasi pertanian yang semakin meningkat.
Strategi pengembangan moderenisasi pada bidang pertanian salah satunya adalah strategi perubahan pandangan dari tradisonal menuju ke arah modern. Perubahan mindset/pola pikir setidaknya bisa mengubah kultur /budaya masyarakat tani untuk melestarikan dan mewariskan perilaku melakukan kegiatan pertanian secara berkelanjutan dan modern. Tanpa sentuhan pendidikan itulah masyarakat tak akan memiliki kemampuan mengakses sumber daya bagi kelangsungan hidupnya. Situasi ini dilema bagi generasi muda yang selama ini tuntutan ilmunya sekolah tinggi untuk di kantoran atau bekerja dikota. Tuntuntan dalam pengembangan pertanian bagi generasi muda adalah mengubah paradigma lama dan menumbuhkan kemampuan baru tentang pertanian selama ini dan pertanian masa kini.
Salah satu kelemahan yang terjadi antara lain infrastruktur pendidikan dan pengajaran yang diperlukan baik secara formal maupun non formal. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini bertujuan untuk berkembangnya potensi bagi peserta didik  di tIngkat  SMA/ SMK, dan MA, agar menjadi manusia beriman, dan berakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, dan berilmu, cukup kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  
Kenyataan yang terjadi pada kualitas pendidikan tingkat SMK dan SMA mengalami disparitas kualitas layanan pendidikan dan fasilitas pendidikan yang berbeda yang tidak merata dan adil pada setiap daerah di Indonesia. Jika harapan pendidikan pertanian merupakan bagian dari proses melahirkan kualitas sumber daya manusia yang beradab, maka kita berharap pula pendidikan dan pengajaran di tingkat SMA dapat memberikan konstribusi dalam pembangunan bidang pertanian. Dengan demikian kita berharap generasi muda pertanian di lembaga pendidikan SMA, dapat dirasakan dan benar-benar merepresentasikan tujuan pendidikan nasional.
Meminjam perkataan Direktorat Jenderal pendidikan dasar dan menengah yaitu memberi peluang satuan pendidikan untuk memberdayakan sekolah sebagai institusi pendidikan yang berkualitas menuju arah aktif dalam pendidikan dan pengajaran di era teknologi milineal. Hanya saja institusi Pendidikan Sekolah Menengah Atas  (SMA) belum sepenuhnya melirik akan pernyataan tersebut.  
Prinsip dasar pendidikan berwawasan  kajian bidang pertanian  merupakan bagian integral dalam system pendidikan nasional dan tidak bersifat dikotomi dengan pendidikan umum. Kenyataan ini telah terjadi dengan kondisi generasi muda dipedesaan tamatan SMA/SMK, dan MA yang cukup memprihatinkan akan kecenderungan minat untuk terjun dalam usaha kegiatan pertanian.  Hal ini dipicu tidak memiliki sejumlah kompetensi bidang pertanian. Fenomena ini akan melonjak tingkat pengganguran. Melalui kajian ini merupakan bagian yang tidak terlepas dari program pemberdayaan sekolah berwawasan pertanian dengan melaksanakan muatan kurikulum modifikasi dari kurikulum nasional yang dikenal (K-13). Muatan kurikulum modifikasi adalah kurikulum yang tidak terlepas dari kompetensi yang dicapai oleh peserta didik di SMA, yaitu dengan mengacu kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Melalui program ini merupakan bagian perubahan peningkatan terintegrasi pertanian dengan memiliki kebiasaan-kebiasaan yang cukup luas dalam pelaksanaan strategi peningkatan sektor pertanian bagi peserta didik pada masa yang akan datang.
Strategi mewujudkan integrasi pertanian di dasari dari kompetensi pada muatan materi Bahasa Indonesia berbentuk Teks. Kurikulum muatan materi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berbentuk Teks dapat di integrasikan dengan bidang kegiatan pertanian dan kemaritiman dengan tidak mengganti kurikulum nasional. Seperti apa muatan materinya yang di desain pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berbentuk teks? Dan mengapa Bahasa Indonesia?
Pertanian 4.0 mendorong sektor pertanian kearah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan bahwa akan berdampak pada lembaga pendidikan lainnya seperti tingkat lulusan SMA. Tidak hanya lulusan SMK saja tetapi tingkat SMA mampu dan dapat berkonstribusi banyak pada perusahaan  pertanian atau perusahaan penghasil komoditas pertanian sehingga mampu menyesuaikan perlakuan pertanian 4.0  dengan  membuahkan standar-standar yang harus diterapkan pada kebijakan perdagangan.  Kurikulum muatan Bahasa Indonesia terintegrasi pertanian pada jenjang manapun dapat menyadari pentingnya peran Bahasa sebagai wahana untuk mengeksresikan perasaan dan pemikiran secara estetis dan logis. Pada sisi lain Bahasa dituntut efisien dalam menyampaikan gagasan secara objektif dan logis supaya dapat dicernah dengan mudah oleh penerimanya. 
Dari pendekatan ini, sesuai sumber belajar yang didesain dengan menyesuaikan dinamikan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat serta  kehidupan lingkungan alam dan sosial budaya peserta didik di sekitarnya.  Menyadari hal tersebut, pendekatan ini berperan dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan materi pembelajaran terintegrasi muatan pertanian berbentuk Teks yang sesuai dan relevan serta bersumber dari lingkungan pembelajar.
Sejalan dengan pendekatan tersebut, implementasi materinya disusun dengan berbentuk Teks baik lisan maupun tulisan yang di dalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian dengan menyesuaikan pembelajaran teknologi modern (digitalisasi), yaitu dengan Penelusuran Internet (Google) dan penayangan video youtube kegiatan Tani  Hidroponik sederhana dan modern dengan media yang memudahkan peserta didik smartphone digital. Mengapa Bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia menempatkan diri sebagai penghela mata pelajaran lain karenanya harus berada di depan dari semua mata pelajaran lainnya.
Dalam rangka meningkatkan daya serap pemahaman peserta didik SMA tentang kegiatan berwawasan pertanian yang berbentuk teks baik lisan maupun tulisan dengan demikian  lembaga pendidikan manapun jika pendekatan program ini  dirancang maka permasalahan menurunnya motivasi dan minat generasi muda ditingkat SMA umum akan terjawab hal ini juga menguatkan bahwa kapasitas lulusan SMA memiliki SDM yang telah menyesuaikan diri  di dunia perusahaan kegiatan pertanian yang mampu mengubah dirinya melalui kreativitas yang dimilikinya yang dapat diwujudkan dan bernilai bagi orang lain.

NASKAH AKAN DIIKUTKAN DALAM LOMBA AGRI WRITING COMPETITION YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENTRIAN PERTANIAN RI
Mohon doa dan dukungannya