Berita

Berita

Hal Yang Menakutkan Menjadi Generasi Penonton ataukah Pemakai Produk IPTEK

Hal Yang Menakutkan Menjadi Generasi Penonton Ataukah Pemakai Produk IPTEK ?
Oleh :
Nurlian

Kemampuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan bangsa itu dalam dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Negara-negara maju yang selama ini kita kenal karena ditopang oleh sumber daya penduduknya yang handal dalam penguasaan IPTEK. Bagaimana masyarakat Indonesia dalam mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi dapat menjadi salah satu dari di antara bangsa-bangsa ataupun negara-negara maju yang ada di planet bumi ini?
Masyarakat Indonesia cenderung berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat lebih moderen. Hal ini juga terjadi pada kehidupan masyarakat pedesaan dengan cenderung selalu berubah untuk memacu penguasaan terhadap IPTEK. Terjadinya perubahan dalam masyarakat ditunjang pula dengan adanya inovasi baru di bidang pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan banyaknya penemuan yang dapat memudahkan aktivitas kita. Teknologi tersebut membantu kita dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul dari batas-batas jarak, ruang, dan waktu. Teknologi yang membuat informasi pesat menjanjikan beragam kemudahan bagi manusia, termasuk penduduk yang tinggal di daerah pedesaan, dengan demikian Hal yang menakutkan menjadi penonton, atau sekedar sebagai pemakai berbagai produk IPTEK. Siapa yang diuntungkan dan dirugikan oleh perubahan akibat teknologi ini?
Perubahan kehidupan masyarakat kota dan desa setelah berkenalan dengan teknologi dapat menjadi subjek, perancang, penemu, pembaru atau pembuat di dalam dunia IPTEK. Perubahan yang dengan cepat pada kehidupan masyarakat, tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga membawa dampak negatif. Dampak negatif ini timbul karena masyarakat kurang mampu secara tepat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan zaman. 
Merujuk dari konsep Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan negara ini. Generasi muda yang dimaksud disini adalah yang telah berusia 16-18 tahun dan tergolong syarat warga negara yang ikut andil dalam kegiatan perekonomian Indonesia, (Permentan 2013).
Bagaimana upaya pengembangan ilmu dan teknologi bagi masyarakat yang memerlukannya, utamanya bagi pelajar Sekolah Menengah Atas. Dalam situasi ini masa pandemi COVID-19, secara global manusia dihadapkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kehidupan kesehariannya. Tentunya kita berharap dalam persoalan ini bukan meratapi ataukah berpangku tangan. Negara kita sebetulnya diberi sangat banyak berkah. Di dalam wilayah Indonesia ini, kita memiliki aset sumber daya alam yang luar biasa. Bahkan, termasuk aset yang berada dilaut, bangsa kita memiliki keaneka ragaman hayati terbesar di dunia. Namun, semua itu masih berupa potensi. Kita memerlukan banyak pakar dan membutuhkan anak bangsa untuk menjadikan potensi itu dapat bermanfaat nyata bagi upaya mensejahterahkan bangsa ini. Ini dapat dilihat dari kebiasaan petani pedesaan ikut memperluas wawasan IPTEK di masyarakat,khususnya para belia. Dengan demikian di masa depan akan banyak pemerhati dan ilmuwan terkemuka yang berasal dari bangsa ini dibidang pertanian. Pengetahuan budaya tradisional dari kebiasan petani memperhatikan tanda-tanda alam sebelum masa menanam, begitupula kemampuan pelaut memanfaatkan ilmu perbintangan dan lain-lain. Namun budaya baik tersebut seringkali berhenti sampai di ilmu pengetahuan, yang saat ini disebut pengetahuan tradisional. Pengetahuan tersebut tidak ditindaklanjuti dengan upaya mewujudkannya dalam bentuk teknologi yangakan makin memudahkan banyak segi dalam kehidupan di masyarakat, selain akan memberi manfaat ekonomi bagi generasi anak bangsa ini. Muatan lokal yang terdapat pada budaya ilmu pengetahuan tradisional, kita berharap tentunya akan ikut memperluas wawasan IPTEK pada masyarakat khususnya para generasi muda dimasa kini. Muatan lokal IPTEK ini tidaklah bermaksud menyanjikan informasi dunia IPTEK Indonesia sempurna.
 Sepert apa informasi pengantar kita tentang Muatan lokal IPTEK bagi generasi muda kaum pelajar masa kini ? Bahan-bahan yang sederhana ini, mungkin hanyalah secuil saja dari berbagai tumpukan informasi IPTEK yang ada di Indonesia. Sebagai bahan pengantar kita adalah pemilihan bahan pada keanaeka ragaman bahan IPTEK yang ada di tanah air. Bagi pelajar sebagai aset yang diharapkan bahan-bahan terpilih sesuai usia remaja tersebut mewakili tema tani masa kini bagi kaum hawa dan adam dapat memanfaatkan bertani memanfaatkan tanaman obat keluarga, memanfaatkan bercocok tanam hidroponik sederhana di rumah dan memanfaatkan teknologi berternak ayam,ikan di aquarium sederhana dirumah aja dan masih banyak yang dapat dimanfaatkan bercocok tanam lainnya sesuai kreativitas pelajar di masa pandemi saat ini. Makin banyak orang,-terutama dikalangan pelajar menyenangi dunia IPTEK dan pada akhirnya dapat mendalaminya. Dalam upaya mendalami dan mengembangkan IPTEK tersebut, pada saatnya mereka tentu akan membaktikan ilmu pengetahuan dan karya teknologinya bagi kemajuan bangsanya.
Berbagai karya IPTEK saat ini, dan peralatan teknologi modern telah dikenal masyarakat baik di desa atau di kota, mulai dari teknologi bidang pertanian hingga perangkat teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi bidang petanian sejak berlangsungnya Revolusi Hijau masyarakat tani sudah mengenalinya. Dalam upaya untuk mendalami dan mengembangkan IPTEK tersebut, informasi IPTEK yang sedang berkembang pesat di negara maju, Indonesia belum menyajikan informasi dunia pertanian secara sempurna. Hal demikian, guna mempermudah masyarakat kita memahami segala pengetahuan yang dapat dipahami oleh anak-anak dan para pelajar.
Apa yang menakutkan bagi petani terhadap informasi teknologi 4.0 bagi bangsa ini? Sektor pertanian memberi peluang bagi Indonesia di masa depan, Pengembangan Soft Skill bagi masyarakat tani di daerah pedesaan maupun anak generasi muda sangat di butuhkan untuk bisa mengatasi persoalan-persoalan pertanian saat ini. Beberapa masalah yang kadang dialami para petani antara lain ; masalah permodalan, pupuk, pemasaran, lahan makin sempit, dan teknologi pertanian modern. 
  Era globalisasi adalah era yang ditandai perkembangan teknologi digital, masyarakat tani berpeluang untuk menerapkan teknologi pertanian dengan system Aplikasi Tani, mekaanisasi alat pertanian akan memudahkan kerja petani sehingga menekan biaya produksi petani dan juga meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Digitalisasi menjadi upaya yang menarik minat generasi muda Indonesia untuk menjadi petani. Potensi dunia usaha bidang pertanian cukup menyanjikan dengan berpeluang berwirausaha digital. Saat ini yang lagi diperkenalkan Startup sosial yaitu media dan pasar digital petani Indonesia 2021. Startup pertanian adalah solusi regenerasi petani dengan pendekatan teknologi bisnis yang baru berkembang dengan kehadiran Web. Internet toko pedia, buka lapak, gojek dan Traveloka.

NASKAH AKAN DIIKUTKAN DALAM LOMBA AGRI WRITING COMPETITION YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENTRIAN PERTANIAN RI
Mohon doa dan dukungannya